KETAHUILAH,
QIYAMULLAIL DAPAT MENYELAMATKAN SESEORANG DARI API NERAKA
Al-Qurthubi menjelaskan, “Nabi SAW menilai mimpi Ibnu ‘Umar
sebagai mimpi yang baik, sebab dia diperlihatkan api neraka, kemudian dia
dijauhkan darinya dan dikatakan kepadanya, “Engkau tidak perlu takut dari api
neraka.” Yang sedemikian itu adalah karena beliau mengetahui keshalian Ibnu
‘Umar, hanya saja dia tidak suka melakukan qiyamullail.
Maka ‘Abdullah ibn ‘Umar menilai bahwa melakukan qiyamullail dapat menajuhkan seseorang dari siksa api neraka.
Karena itu, sejak saat itu dia tidak pernah meninggalkannya sama sekali.”
(Fath al-Bari, 3/9)
(Fath al-Bari, 3/9)
MUNGKIN ada satu pendorong lain yang
dapat membangkitkan keinginan Anda untuk melakukan qiyamullail, yaitu mengetahui bahwa melakukan qiyamullail dan ber-munajat kepada
Tuhan yang Mahamulia di kegelapan malam adalah penyebab keselamatan seseorang
dari siksa api neraka. Apakah Anda dapat bersabar menghadapi siksa api neraka?
Apakah Anda mau dimasukkan ke dalam siksa api neraka?
Apakah Anda mau dimasukkan ke dalam siksa api neraka?
Ibnu ‘Umar menuturkan,
“Ada seseorang lelaki di masa Rasulullah SAW yang selalu menceritakan mimpinya
kepada beliau, sehingga aku ingin mimpi yang dapat aku ceritakan kepada beliau.
Pada waktu itu aku adalah seorang pemuda yang masih lajang. Pada suatu hari aku
tidur di dalam masjid dan ketika itu aku mimpi melihat dua malaikat membawaku
pergi menuju api neraka, di sana aku melihat sebuah lubang seperti lubang sumur
dan aku lihat di sana ada sejumlah orang yang aku kenal dengan mereka, ketika
itu aku mengucapkan, “Aku berlindung kepada Allah dari api neraka” (3X) Maka
kedua malaikat itu berkata kepadaku, “Janganlah engkau takut.” Kemudian aku
ceritakan mimpiku kepada Hafshah. Dan ketika dia menceritakannya kepada Nabi
SAW maka beliau bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah ‘Abdullah_ibn ‘Umar_ jika dia rajin melakukan qiyamullail.” Kata Salim, “Sejak saat itu ‘Abdullah ibn ‘Umar tidak
pernah tidur malam kecuali hanya sedikit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Qurthubi
menjelaskan hadits di atas, “Nabi SAW menilai mimpi Ibnu ‘Umar sebagai mimpi
yang baik, sebab dia di perlihatkan api neraka, kemudian dia dijauhkan darinya
dan dikatakan kepadanya,
“Engkau tidak perlu takut dari api neraka.” Yang sedemikian itu adalah karena beliau mengetahui keshalihan Ibnu ‘Umar, hanya saja dia tidak suka melakukan qiyamullail. Maka ‘Abdullah ibn ‘Umar meniali bahwa melakukan qiyamullail dapat menajuhkan seseorang dari siksa api neraka. Karena itu, sejak saat itu dia tidak pernah meninggalkannya sama sekali.” (Fath al-Bari, 3/9)
“Engkau tidak perlu takut dari api neraka.” Yang sedemikian itu adalah karena beliau mengetahui keshalihan Ibnu ‘Umar, hanya saja dia tidak suka melakukan qiyamullail. Maka ‘Abdullah ibn ‘Umar meniali bahwa melakukan qiyamullail dapat menajuhkan seseorang dari siksa api neraka. Karena itu, sejak saat itu dia tidak pernah meninggalkannya sama sekali.” (Fath al-Bari, 3/9)
Asy-Syanqithi berkata, “Kesimpulan dari hadits di atas adalah melakukan
qiyamullail dapat menajuhkan seseorang dari siksa Allah SAW.” (Asy-Syanqithi,
3/440)
Saudaraku,
ikutilah jejak orang-orang yang suka melakukan qiyamullail, semoga Anda dikumpulkan bersama mereka, lihatlah
wajah-wajah dan keadaan mereka. Terlihat di wajah mereka tanda-tanda keceriaan
bahwa mereka suka melakukan qiyamullail.
Hati mereka banyak berpikir (tafakkur)
dan mengambil pelajaran, mereka selalu merasa takut, karena itu mereka selalu
tunduk. Jika malam hari telah larut, maka mereka bangun malam dan memohon ampun
di akhir malam. Mereka menyelesaikan ibadah malam harinya dengan membawa pahala
yang besar. Tetapi, amat rugi mereka yang terlelap dalam tidurnya semalam
suntuk. Itulah perjalanan mereka, maka adakah orang yang mau mengikuti jejak
mereka. Itulah sifat-sifat mereka, maka ikutilah jejak mereka dan janganlah
Anda keluar dari jalur mereka.[]